Dalam rangka kunjungan penelitian mahasiswa dan akademisi dari Universitas Padjadjaran (UNPAD) dan Ghent University (GentU), Belgia, Pemerintah Desa Kelubir bersama masyarakat menyelenggarakan kegiatan Festival Symphony Budaya Nusantara pada 11 Februari 2026 di Desa Kelubir, Kabupaten Bulungan. Kegiatan yang didukung oleh PT Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN) ini mengusung tema “Merajut Warisan, Memeluk Keberagaman” sebagai ruang kebersamaan untuk memperkenalkan budaya dan kearifan lokal kepada para mahasiswa, khususnya mahasiswa internasional.
Festival berlangsung meriah dengan menampilkan berbagai pertunjukan seni dan budaya daerah, seperti tarian tradisional, musik khas daerah, permainan rakyat, hingga pertunjukan budaya yang melibatkan anak-anak dan masyarakat Desa Kelubir. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi sepanjang acara berlangsung, menciptakan suasana hangat dan penuh kebersamaan antara warga lokal dan para tamu yang hadir.
Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian kunjungan penelitian program Interuniversity Master Program in Sustainable Land Management (SULAMA) yang melibatkan mahasiswa dan dosen dari Belgia bersama Universitas Padjadjaran. Selama berada di Kelubir, para peserta melakukan kegiatan penelitian di kawasan pascatambang milik PT PKN dengan fokus pada pengelolaan lahan berkelanjutan, rehabilitasi pascatambang, serta hubungan antara lingkungan dan masyarakat.
Melalui festival budaya tersebut, masyarakat Desa Kelubir memperkenalkan berbagai nilai dan tradisi lokal yang selama ini hidup di tengah masyarakat. Budaya yang ditampilkan tidak hanya berupa pertunjukan seni, tetapi juga mencerminkan nilai kebersamaan, hubungan harmonis dengan alam dan identitas masyarakat adat yang masih dijaga hingga saat ini.
Selain pertunjukan budaya, masyarakat dan tamu undangan juga disuguhkan berbagai makanan khas Nusantara, termasuk lemang khas adat Dayak Kayan yang menjadi salah satu sajian tradisional dalam kegiatan tersebut. Sajian ini menjadi simbol keramahan masyarakat sekaligus bentuk pengenalan kuliner tradisional lokal kepada para tamu yang hadir.
Perwakilan PT PKN menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Kelubir, tokoh adat dan seluruh masyarakat yang telah berinisiatif menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi seperti ini menjadi momen yang baik untuk mempertemukan budaya, masyarakat dan ilmu pengetahuan dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.
Melalui Festival Symphony Budaya Nusantara, diharapkan hubungan antara masyarakat, dunia pendidikan dan berbagai pemangku kepentingan dapat terus terjalin dengan baik, sekaligus memperkuat semangat pelestarian budaya dan pembangunan masyarakat yang berkelanjutan di Desa Kelubir.